Minggu, 09 Mei 2010

TIGA RUANG

1. INT. KAMAR MAYA – MALAM

MAYA, wanita umur 22 tahun, berambut pendek. Ia duduk menghadap meja belajar, memakai kaus putih dan celana pendek. Tangan kiri memegang rambut, tangan kanan sibuk menulis. Kamar gelap. Satu-satunya penerangan adalah lampu belajar yang menyorot sebagian wajah dan buku yang sedang ia tulis. Di luar, terdengar gemerintik hujan.

Terlihat cuplikan-cuplikan hidup Maya dalam slow motion.

MAYA (V.O)
Hitam-putih... terang-gelap...
Lahir, hidup dan mati...
Mati... Satu-satunya kepastian di dunia.
Tidak peduli kau seorang dokter, pejabat,
Milioner, atau gelandangan...
Kapan dan dimana... sama saja
Yang terpenting bukanlah siapa dirimu,
Tapi apa saja yang telah kau lakukan,
Yang membuat hidupmu berarti

Kamar terang untuk sepersekian detik. Disusul suara petir menyambar.

MAYA (V.O)
(senyum tipis dan melirik kebelakang)
Hidup ibarat petir di luar sana
Eksistensinya hanya sepersekian detik
Dan tanpa kau sadari...
Sang Siwa menghampirimu
Rupanya Dia juga tidak lupa mengirimkan
utusannya kepadaku...
Sebentar lagi... sedikit lagi...
Masih ada yang belum ku ceritakan...

Cahaya petir kembali menerangi kamar, lalu kamar Maya semakin tertutup cahaya putih, dan menghilang.

2. EXT. LORONG DEPAN KAMAR BERSALIN – PAGI

Dinding putih. Lorong yang sepi. Ada bangku kayu panjang bercat putih yang berhimpitan dengan dinding. AYAH—36 tahun, mengenakan baju tahun 80-an, dengan potongan rambut kuno. Wajah tampak tegang. Puntung dan abu rokok berserakan di dekat kakinya. Kepala sesekali menoleh ke arah pintu ruang bersalin.

Dari dalam, terdengar suara wanita mengerang kesakitan.

DOKTER (O.S)
Ayo Bu, dorong! Sedikit lagi!
Kepalanya sudah mulai terlihat.

Kembali terdengar erangan wanita, suaranya lebih nyaring. Ayah terlonjak dari tempat duduk.

DOKTER (O.S)
Sedikit lagi! Sediiiiikiiiit lagi!
Ambil nafas...fufufufu....
Doroooooong........!!!

Terdengar teriakan wanita yang amat keras panjang, disusul suara bayi menangis. Wajah Ayah semakin tegang. Ia menghampiri pintu.

Tiba-tiba pintu terbuka. Keluar seorang dokter, mengenakan jubah. Wajahnya tertutup oleh topi dan masker. Dokter itu membuka masker wajahnya.

DOKTER
(menjabat tangan Ayah)
Selamat, Pak! Bayi perempuan yang
cantik sekali!

AYAH
(Ekspresi kecewa)
Perempuan?

**to be continue**


Istilah-istilah:

V.O - Voice Over
O.S - Off Screen
INT. - Interior, Scene dalam ruangan
EXT. - Exterior, Scene di luar ruangan

Notes: skenario ini masih dalam tahap pengeditan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar