petang gaduh petang penuh rindu bikin hati melulu merahdadu
petang dengan corak langit menyala nyaris sewarna tembaga laksana helaihelai rambutmu yang jingga dan sepasang mripatmu begitu nampak mempesona
perasaan angin meniupkan namamu entah perasaanku entah memang demikian atau kangen memang membikin haluan benak ke yang bukanbukan namun getar hati selalu yakin kerinduan memang berdebar tak bukan tak lain hanya tentang engkau
perasaan bagai siluet yang kian memanjang seiring parasmu kekal menghiasi rembang tak kenal malam tak kenal pagi tak kenal siang sampai tak kenal petang sementara jemariku masyuk menyemai kembang di taman tempat mimpimimpi berlabuh yang tak jauh dari gigir pundakmu di mana duka luruh dan cahaya bergelantung di sangkur menikam nestapa yang tiada lagi berumur
pelukan demi pelukan menaklukkan angan lantas butir-butir hujan berjatuhan dari lingir awan membasahi semesta membasuh raga mencipta keajaiban keajaiban lewat udara lewat matamu terekam
selaksa peristiwa yang lampau sembari menghitung seberapa embun runtuh
pelukan kelak tak akan menampik hasrat kau dan aku yang bergejolak untuk menumbuhkembangkan kebahagiaan kebahagiaan baru hingga kokoh mahligai kehidupan kita
D.C
Tidak ada komentar:
Posting Komentar