Sabtu, 18 Februari 2012

Obituary




Dear One........................

Aku menulis untukmu, wahai sahabat lama. Aku rindu saat engkau ada, kala waktu belum mengikis mimpi-mimpi remaja, polos canda tawa, dunia yang tidak rumit... ketika pilihan salah masih dapat termaklumi dan menjalani hidup dengan tanpa beban. Aku rindu.... diriku.

Seperti halnya musim, manusia pun berubah... Dan aku tidak mampu mengukur sudah sejauh mana perubahan itu. Pantulan bayangan cermin tidak lagi menampilkan sosok yang ku kenal. Getir. Tatapan yang sudah tanpa semangat. Bercangkir-cangkir kopi, dan rembulan yang kini setia menemani tiap malam, berjibaku dengan rutinitas, antara kantor-rumah-kantor, menahan rindu pada sosok mungil yang memanggilku "mama", mencoba berdamai dengan masa lalu, dan memaafkan... meski sulit.

Tersakiti dan menyakiti, semua serba tidak terelakkan. Apa pencapaianku selama ini? Begitu banyak keinginan yang belum terlaksana, dan dengan sedikit asa yang tersisa, mencoba menggapainya pelan-pelan, meski kadang terseok.

Dear One............................

Jika mungkin kita dapat bertemu kembali, sekedar bertatap sapa, dan sesekali bercanda mengenang yang telah lewat... Jika bisa, apa yang akan kau katakan padaku? Kecewakah engkau dengan aku yang sekarang? Mampukah aku memperlihatkan senyum padamu...?

Apa yang akan kau tulis dalam obituaryku...?

Apa?



by: Ria.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar