Teman...,
Dari jaman kuda gigit batu,
sampe akhirnya kuda kesampean makan spaghetti... akan ada dan selalu
ada orang-orang yang pro dan kontra dengan dirimu. Saat kau sedang dalam
gelimang harta, banyak teman-teman palsu yang rela menjilat telapak
kakimu. Tapi ketika kau terpuruk, hanya sedikit yang bisa dan rela
menolongmu dengan tulus... bahkan (mungkin) banyak yang tertawa melihat
kejatuhanmu.
Teman...,
Hidup itu memang tidak
adil, tapi itulah hidup. Tapi yakinlah, Tuhan tidak akan memberikan
cobaan yang melebihi kapasitas umat-Nya. Semakin angin menerpamu,
hadapilah dengan tegar dan gagah, karena Ia percaya kau mampu
melewatinya.
Teman...,
Berbicara selalu mudah, nasehat
yang baik itu banyak, tapi semua tergantung dan kembali lagi pada
dirimu yang melakoninya. Kadang, hati tak sejalan dengan otak... kadang
bathin ingin berteriak, aku paham... kau tidak sendirian. Hidup adalah
pilihan. Jangan pernah menyalahkan orang lain, karena apa yang ada di
dirimu kini... adalah proses dari sebab akibat pilihan-pilihanmu di masa
lampau. Baik itu sifatnya relatif. Apa yang baik bagimu, belum tentu
baik di mata orang lain. Begitu pula sebaliknya.
Jadi enjoy
saja, nikmati saja... kemana angin berhembus. Tegakkan kepala, jangan
berkecil hati, apalagi merasa rendah diri. Lakukan apa yang ingin kau
lakukan, karena hidupmu adalah milikmu sendiri... dan kau hidup hanya
sekali. Apapun pilihan yang kau buat, yang terpenting adalah
bertanggung-jawab dengan segala konsekuensi yang timbul di dalamnya.
Dan jika mereka mencibir tertawa... acungkan saja jari tengahmu. Kau tidak hidup untuk, demi, dan dari mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar